Senin, 20 Juli 2015

Pengertian dan Cara Kerja Kontrasepsi Implant

Kontrasepsi termasuk kontraspsi implant atau implan merupakan salah satu kontrasepsi mencegah kehamilan baik secara permanen maupun sementara bagi ibu atau wanita.

Banyak sekali jenis kontrasepsi diantaranya kondom, diafragma, cream, jelly, vaginal tablet, metode efektif : Pil KB, suntikan KB, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), Susuk KB (Implant), dan metode mantap dengan cara operasi (kontransepsi mantap) : tubektomi dan vesektomi.

Cara-cara Kontrasepsi tersebut, mempunyai tingkat efektifitas yang berbeda-beda dalam memberikan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan (Dep-Kes. RI, 1996).

Jadi kontrasepsi implant merupakan salah satu metode untuk menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma. Cara kerja Kontrasepsi pada umumnya sama yaitu mencegah ovulasi, meningkatkan kekentalan leher rahim dan membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan serta menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.

kontrasepsi-implant-wanita

Pengertian atau Definisi Kontrasepsi Implan

  • Kontrasepsi Implan adalah metode kontrasepsi yang diinsersikan pada bagian subdermal, yang hanya mengandung progestin dengan masa kerja panjang, dosis rendah, dan reversibel untuk wanita (Speroff & Darney, 2005).
  • Kontrasepsi Implan adalah sistem norplant dari implan subdermal levonorgestrel yang terdiri dari enam skala kapsul dimethylsiloxane yang dibuat dari bahan sylastic, masing-masing kapsul berisi 36 mg levonorgestrel dalam format kristal dengan masa kerja lima tahun (Varney, 1997).

Cara Kerja Kontrasepsi Implan :

  1. Lendir serviks menjadi kental. Kadar levonorgestrel yang konstan mempunyai efek nyata terhadap terhadap mucus serviks. Mukus tersebut menebal dan jumlahnya menurun, yang membentuk sawar untuk penetrasi sperma.
  2. Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi. Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap maturasi siklik endometrium yang diinduksi estradiol, dan akhirnya menyebabkan atrofi. Perubahan ini dapat mencegah implantasi sekalipun terjadi fertilisasi; meskipun demikian, tidak ada bukti mengenai fertilisasi yang dapat dideteksi pada pengguna implan.
  3. Mengurangi transportasi sperma. Perubahan lendir serviks menjadi lebih kental dan sedikit, sehingga menghambat pergerakan sperma.
  4. Menekan ovulasi. Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap lonjakan luteinizing hormone (LH), baik pada hipotalamus maupun hipofisis, yang penting untuk ovulasi.

demikian pengertian dari definisi kontrasepsi implan dari berbagai macam alat kontrasepsi bagi wanita maupun pria untuk mencegah atau menunda kehamilan yang dirancang. Smeoga bermanfaat.

Pengertian dan Cara Kerja Kontrasepsi Implant Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Puspita Alam Sari

0 komentar:

Posting Komentar